Bagi sebagian kita yang telah
memiliki pengetahuan cukup dalam pengelolaan teknologi sudah sepatutnya
mengembangkan potensi dan menyebarluaskan manfaat teknologi digital untuk kemaslahatan bersama, mengingat
banyaknya hal yang bisa mendatangkan manfaat ketika teknologi dipergunakan
dengan tepat.
Berbagi macam platform teknologi
yang kini dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari seperti
halnya teknologi komunikasi baik dalam bentuk text maupun video conference,
teknologi tersebut dapat kita pergunakan untuk melakukan pertemuan jarak jauh khususnya
pasa masa Pandemi Covid-19 seperi sekarang ini. Namun jika kita lihat dari sisi
fungsional pada dasarnya penggunaan teknologi tersebut dapat memberikan manfaat
positif bagi kita yang menggunakan untuk hal positif pula, seperti silaturahmi
antar organisasi, sanak saudara, atau bahkan mengadakan perkumpulan yang tidak harus menhadirkan member secara fisik
sehingga hal penting lainnya dapat dilakukan secara bersamaan.
Teknolgi lainnya yang dapat kita manfaatkan untuk
mengembangkan potensi relasi yaitu media sosial, yang kini dimanfaatkan secara
luas dari kalangan dewasa sampai anak – anak, dari lingkungan pekerja,
pengusaha, sampai anak sekolah, semua bermedia sosial. Maka sudah selayaknya
kita sebagai umat muslim melek teknologi sehingga tidak tergerus kemajuan zaman
dan mawas diri dalam mengantisipasi gelombang modernisasi yang datang.
Pembaca yang budiman, ini bukan tentang
mana ilmu dunia dan mana ilmu akhirat. Semua ini adalah tentang Sunatullah yang harus kita
jalani pada fase kehidupan di dunia, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan
ilmu penting terkait sains dan teknologi seperti pada ayat berikut :
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ
الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi
keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami
jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak
beriman?” (QS. Al-anbiya: 30)
Ayat tersebut berkaitan tentang terjadinya
langit dan bumi yang hingga kini tetap menimbulkan multi teori bagi ilmuan, menandakan
bahwa kuasa dan pengetahuan Allah jauh melebihi segala yang diketahui makhluknya. Kita patut bersyukur akan hal
tersebut dan memaknainya sebagai suatu pacuan semangat untuk selalu belajar
mengikuti perkembangan zaman tanpa melunturkan nilai – nilai religius yang
menaunginya.
Jadi jangan lagi berfikiran bahwa teknologi
bukanlah ilmu akhirat yang tidak bisa
menyelamatkan kita. Eits... tunggu dulu !
Semua ilmu merupakan pintu gerbang kita menuju
kebahagiaan yang haq di akhirat kelak, tentu jika dilandasi dengan pemahaman religius yang kuat. Dengan landasan pemahaman yang baik terkait hal tersebut
maka setiap orang yang mempelajari ilmu sains dan teknologi adalah orang yang beruntung
dan baik di sisi Allah selama ilmu tersebut mendatangkan kemaslahatan untuk
sesama dan tidak melanggar aturan – aturan Allah. Betul, ilmu Agama sangatlah
penting, tapi untuk menerima sinyal petunjuk dari Allah di dunia ini perlu
adanya pemikiran kritis dan sikap mau berusaha keras dalam menguasai ilmu
pengetahuan.
Sosial media memang ladang basah bagi para penggunanya,
baik untuk kepentingan sosial, bisnis, ataupun yang hanya bersenang senang,
penulis memiliki informasi terkait dengan jumlah pengguna media sosial dalam
kurun waktu enam tahun terakhir, diambil dari sumber katadata.co.id, sebagai
berikut :
Grafik tersebut menunjukkan jumlah
pengguna media sosial dalam miliar, maka dapat kita lihat bahwa pengguna media
sosial pada tahun 2021 mencapai 4,2 Miliar! Luar biasa......
Baca Juga : Haruskah Kita Berilmu ?
Nah kita salah satunya, termasuk
penulis. Maka dengan ini penulis mengajak dan menghimbau kepada kita semua
untuk bijak dalam menggunakan media informasi dan komunikasi, sehingga ilmu dan
pengetahuan yang kita miliki dapat berkembang dengan keberkahan menyertai,
serta menjadi amal dan bekal kita pada perjalanan kehidupan kita selanjutnya. Amiin...
Wallahualam Bissawab.