Manusia hidup terus berkembang seiring dengan pengetahuan yang terus bertambah, cara bergaul pun berubah menyesuaikan dengan perubahan pola pikir manusia modern. Namun belum tentu pula pergaulan era modern adalah cara bergaul yang dibenarkan oleh ajaran Agama, mengingat banyak hal yang harus diperhatikan mengenai etika dalam bergaul.
Pergaulan yang terjadi pada kalangan muda kini semakin jauh dari syarat pergaulan sehat dan penerapan nilai agama yang seharusnya, banyak faktor yang mempengaruhi seperti halnya perhatian orang tua, kondisi lingkungan, serta kurangnya pemahaman agama yang semestinya diberikan sejak dini pada generasi muda, sehingga dapat memilih lingkungan dan cara bergaul yang baik.
Bukan berarti kita harus
membedakan kasta antara satu dengan lainnya, namun bila kita tidak memiliki
benteng yang kuat barangkali kita yang akan terjerumus kedalam lembah kemaksiatan melalui bergaul, maka kita dianjurkan untuk memilih lingkungan atau
pergaulan yang baik.
1. Pejabat pemerintah yang kejam.
2. Ahli Quraa’ yang bermuka - muka.
3. Orang tasawuf gadungan (yang bodoh tentang hakikat tasawuf)
Ali bin Abi Thalib ra. pun pernah
berkata : Sejahat – jahat teman yang memaksa engkau bermuka – muka dan memaksa engkau
minta maaf atau selalu mencari alasan.
Iman kita sangatlah mudah goyah,
maka dari cuplikan di atas perlu digaris bawahi bahwa mencari teman dan mencari
lingkungan sangat dibutuhkan untuk melindungi diri dari hal – hal yang tidak
diinginkan.
Berkawanlah dengan kepentingan - kepentingan yang baik dan diperbolehkan oleh ajaran agama!
Bukan berkawan dengan maksud
mengambil keuntungan semata atau bahkan hendak memberikan pengaruh buruk bagi mereka
yang kita jadikan kawan, berkawanlan untuk saling mengingatkan akan
kebaikan, berkawanlah untuk saling memberi dukungan satu dengan yang lain,
berkawanlan untuk saling berlomba dalam mencari keridhoan – Nya, dan
berkawanlan untuk semua hal yang kelak akan menjadi ladang panin kita pada alam
akhirat kelak.
Kemungkinan kita berbuat salah
sangatlah besar, jika tidak berkawan dengan orang yang tepat bak cermin yang
sangat kusam dan tidak dapat dipergunakan untuk berkaca. Cermin yang bersih dan
terawat diibaratkan seorang kawan yang selalu mengingatkan kita kepada kebaikan
dan selalu menyadarkan kita seolah seperti saat bercermin dimana akan nampak setitik
keburukan dalam diri kita yang terlihat dari cermin tersebut, dan kita segera
melakukan perubahan.
Sebaliknya kaca yang sangat kusam dan tidak terawat mengibaratkan kawan yang tidak pernah peduli akan hal baik dan buruk, tidak mengerti apa yang diperintahkan dan dilarang, segala sesuatu yang kita lakukan selalu tidak terkontrol. Hal tersebut dapat terjadi karena kaca yang kusam tidak dapat memantulkan secara jelas bagaimana kondisi diri kita, sehingga kita tidak mampu untuk berkaca pada diri sendiri dan mengetauhi hal buruk dan hal baik apa yang kita perbuat.
Maka pilihlah lingkungan yang
tepat, pilihlah pergaulan yang tepat, pilihlah kawan yang tepat namun niatkan
itu semua hanya untuk keridhoan – Nya semata bukan karena ingin membedakan kasta, sebagai bukti bahwa kita memahami
Sunatullah sebagi makhluk yang berbeda, sedapat mungkin dapat saling
mengingatkan akan kebaikan maka pergaulan akan membuahkan kebaikan.
Wallahualam Bissawab.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar